Sale!
mata lensa

Mata Lensa

Rp95.000 Rp80.750

Penulis: Adek Berry
Penerbit: TransMedia Pustaka
ISBN: 978-602-103-668-6
Ukuran: 14 x 21 cm
Jumlah Halaman: 366 hal
Kategori: Momoar/Inspirasi

Pasukan mulai berbisik dalam berkomunikasi. Aku mulai merasakan ketegangan. Team leader mengatur posisi masing-masing anggota. Tentara di depan kami memerintahkan semua berhenti, perintahnya dalam berbisik sehingga tentara di belakang tidak mendengar perintah yang sama. Seorang marinir menabrakku, ”Walk! You idiot!” umpatnya marah dalam berbisik. Aku paham dan tidak terpancing umpatannya. Aku merasakan ketegangan mereka. Aku mengira mereka akan menyerang atau diserang.

Demikian salah satu pengalaman Adek Berry, seorang jurnalisfoto di kantor berita kenamaan dunia saat terlibat dalam sebuah peliputan di Afghanistan. Profesinya sebagai jurnalisfoto kerap mengantarkan Adek Berry menghadapi tantangan mulai dari liputan di wilayah penuh konflik, tragedi bencana alam, hingga liputan seremonial.

Profesi yang kebanyakan diemban oleh kaum pria ini, dibuktikan Adek Berry bahwa perempuan pun bisa menjalaninya. Tak heran jika karya fotonya meraih banyak penghargaan bergengsi, antara lain dari National Press Photographers Association (Amerika Serikat), Life Magazine (Amerika Serikat), dan TIME LightBox.

***

Merawat intuisi dan memelihara konsistensi adalah kata kunci Adek Berry dalam mengarungi lautan profesi fotografi jurnalistik yang keras sekaligus penuh dinamika.
Oscar Motuloh
Jurnalisfoto Senior dan Kurator Galeri Foto Antara

Melalui karya fotografinya, pembaca diajak turut menyaksikan secara langsung tidak saja sejarah Indonesia sejak masa genting reformasi, tetapi juga sederetan kejadian penting yang berlangsung di seluruh pelosok dunia.
Desi Anwar
TV Anchor, Senior Journalist

Reviews

Customers review
0
0 ratings
1 Star
0%
2 Star
0%
3 Star
0%
4 Star
0%
5 Star
0%
Rate it!

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.

Write A Review
Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mata Lensa”